LSP ROI

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI REFRAKSI OPTISI INDONESIA

Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan dan tuntutan pasar global, dimana persaingan perdagangan dunia semakin kompetitif maka kebutuhan terhadap tenaga kerja yang profesional dan  kompeten sangat diperlukan.
Untuk menyikapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia  membentuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi ( BNSP ). Pembentukan BNSP didasari Peraturan No.23 Tahun 2004 atas amanat UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
BNSP adalah badan independent yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden yang bertugas menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Profesi bagi tenaga kerja Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya BNSP mendelegasikan pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi profesi pada Lembaga Sertifikasi Profesi ( LSP ) melalui lisensi.
LSP didirikan oleh masing-masing Asosiasi Profesi dan Asosiasi Perusahaan/industri dengan dukungan dari instansi teknis pembina sektor/ regulator.

LSP ROI
Lembaga Sertifikasi Profesi Refraksionis Optisien Indonesia ( LSP ROI ) adalah lembaga pelaksana kegiatan Sertifikasi Kompetensi untuk tenaga Refraksionis Optisien, yang telah dibentuk sesuai Akta Notaris yang telah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi ( BNSP ).
Sebagai organisasi tingkat nasional yang berkedudukan di wilayah Republik Indonesia, LSP ROI melaksanakan kegiatan uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi ( TUK ) yang telah diverifikasi dan mendapatkan lisensi dari BNSP.
Uji Kompetensi Profesi Refraksionis Optisien berdasarkan Materi Uji Kompetensi ( MUK ) yang telah dan selalu di standardisasi yang pelaksanaannya dilakukan oleh Asesor/ tenaga penguji yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP. Peserta Uji Kompetensi/ Asesi yang dinyatakan lulus pada asesmen yang diselenggarakan LSP ROI berhak menerima Sertifikat Kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP dan dinyatakan sebagai tenaga Refraksionis Optisien yang memiliki kompetensi kerja. Sertifikat Kompetensi berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Fungsi, Peran dan Wewenang LSP ROI
Dalam kaitannya dengan sistem sertifikasi maka LSP ROI mempunyai fungsi sebagai berikut  :

Sebagai Sertifikator    : LSP ROI menyelenggarakan sertifikasi kompetensi tenaga Refraksionis Optisien di Indonesia.
Sebagai Developer     : LSP ROI mengidentifikasi kebutuhan industri perkacamataan terhadap tenaga
kerja kompeten serta mengembangkan dan mengkaji ulang standar kompetensi
sesuai kebutuhan industri perkacamataan.

Sebagai pelaksana sertifikasi profesi maka LSP ROI memiliki peran sebagai berikut :

  1. Melakukan Uji Kompetensi sesuai dengan lingkup kerja tenaga Refraksionis Optisien.
  2. Memastikan dan memelihara kompetensi pemegang sertifikasi.
  3. Menyusun Materi Uji Kompetensi.
  4. Menetapkan skema sertifikasi sesuai dengan lingkup kerja Refraksionis Optisien.
  5. Mengendalikan pelaksanaan uji kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang telah ditetapkan.
  6.  Menjaga validitas sertifikasi kompetensi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

kewenangan LSP ROI adalah sebagai berikut :

  1. Menerbitkan Sertifikat Kompetensi untuk Tenaga Refraksionis Optisien.
  2. Mencabut/membatalkan Sertifikat Kompetensi.
  3. Menetapkan dan memverifikasi Tempat Uji Kompetensi ( TUK )
  4. Memberikan sanksi kepada asesor kompetensi dan TUK bila melanggar aturan.
  5. Mengkaji ulang dan mengusulkan standart kompetensi kerja baru.
  6. Menetapkan biaya uji kompetensi.

Persyaratan Peserta Uji Kompetensi

  1. Peserta Uji Kompetensi adalah tenaga Refraksionis Optisien, sales counter dan Tenaga operasional laboratorium lensa.
  2. Bersedia mengikuti kegiatan asesmen / uji kompetensi yang  diselenggarakan oleh LSP ROI.
  3. Melengkapi data pendukung dan bersedia untuk dilakukan verifikasi oleh LSP ROI sebelum dilakukan asesmen.
  4. Melunasi biaya pelaksanaan uji kompetensi.

Kantor Sekretariat LSP ROI : Jl. Cikini Raya No. 89. Jakarta Pusat Kode Pos 10330.
Telp / Fax : 021-3159536. Email : lsp_roi@yahoo.co.id